"Dulu Rp 500 .000, jadi modal awalnya panci, biji kopi mentah, alat penggorengan sama karung goni, kami ambil kopi dari tangan pertama petani, terus sangrai sendiri, terus bolonginnya sendiri, manual," jelas Founder Kopi Kreatif Yudhi Prasetyo di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (16/12/2018) kemarin.
Bisnis ini dimulai dengan modal awal Rp 500.000. Modal awal tersebut digunakan untuk membeli beberapa alat untuk produksi seperti panci serta biji kopi.
"Lebih dari Rp 1 miliar, growth-nya terus meningkat dari Rp 100 juta, naik Rp 300 juta, ya naik terus Alhamdulillah karena banyak orang yang suka," terangnya.
Ia mengatakan bisnis ini dibangun karena kebanyakan wanita menyukai aroma kopi tetapi tidak bisa meminum kopi karena alasan kesehatan. Alasan lainnya adalah karena ingin memberikan dampak sosial kepada karyawan yang terkena PHK di daerahnya.
Koke memproduksi 10 jenis kerajinan tangan, yaitu gelang, kalung, anting, rosario, tasbih, pewangi mobil, parfum, kancing kopi dan juga pewangi ruangan. Sebanyak 10 produk tersebut tiap bulannya terjual hingga 70.000 produk dengan harga mulai dari Rp 35.000 sampai Rp 150.000.
UMKM yang bernama Kopi Kreatif ini memiliki toko fisik di Yogyakarta dan agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Kerajinan tangan yang diproduksi juga telah diekspor ke beberapa negara seperti Rusia, India dan Kuwait. (ara/ara)
Sumber : Detik Finance
