Wamen PAN RB Ungkap 7 Kebobrokan Birokrasi di Indonesia

Wamen PAN RB Ungkap 7 Kebobrokan Birokrasi di Indonesia

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPAN dan RB) Eko Prasojo mengungkapkan 7 realita kebobrokan birokrasi di Indonesia. Kebobrokan itu mulai dari budaya kerja yang lemah hingga cenderung menyeleweng.


Eko mengungkapkan, pertama pola pikir para birokrat di Indonesia terlalu sesuai atuaran. Masalah kedua adalah orientasi budaya kerjanya lemah. "Orientasi budaya kerja atau culture-set birokrat di Indonesia lemah," kata Eko dalam seminar dengan topik membangun birokrat yang berkualitas melalui perubahan di Kantor BPKP, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (16/5/2013). Masalah ketiga adalah, birokrasi di Indonesia secara organisasi terlalu gemuk. Hal ini terkait masalah keempat bahwa perundang-undangan yang tidak harmonis. "Sistem dan aturan kita membuat ketakutan yang sehingga orang nggak berani mengambil keputusan," ungkapnya.

Baca Juga : Mengapa Gas Elpiji tidak boleh untuk ASN???

Masalah kelima adalah banyak seorang birokrat ditempatkan di posisi yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Artinya banyak posisi yang diisi jauh dari kompetensi birokrat. "SDM Aparatur unfit dengan tuntutan," sebutnya. Kemudian masalah keenam yang masih terkait dengan masalah kelima, adalah soal kewenangan yang tumpang tindih atau overlapping. Ia menilai ada kecenderungan penyalahgunaan kewenangan oleh birokrat. "Kalau dikasih kewenangan besar cenderung disalahgunakan," ujar Eko. Ia menyatakan ini menyebabkan pelayanan publik menjadi buruk, sebagai masalah ketujuh. Dimana merupakan ujung tombak dari gambaran birokrasi Indonesia.


Sumber : Blog ASN Indonesia
Advertisement

Baca juga:

This Is The Oldest Page
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar