Skip to main content

Pak Menteri Pastikan Honorer K2 Tenaga Teknis juga Diangkat jadi PPPK, Februari 2019 Tahap Pertama untuk Honorer K2

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin memastikan honorer K2 (kategori dua) untuk tenaga teknis lainnya diangkat PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) pada tahap kedua. Sayangnya, kapan tahap dua digelar, Menteri Syafruddin belum bisa memastikan kapan waktunya. "Kami akan selesaikan masalah hononer K2 secara bertahap. Kami siapkan 150 ribu, 75 ribu tahap pertama, 75 ribu tahap kedua," kata Menteri Syafruddin dalam rapat kerja Komisi II DPR RI, Selasa (22/1).

Dijelaskan, agar honorer K2 dari tenaga teknis lainnya (di luar guru, tenaga kesehatan, penyuluh pertanian) bisa terakomodir, maka diangkat di tahap kedua. Kapan pelaksanaanya, yang pasti pascapemilu 2019. "Nanti setelah pilpres tahap keduanya. Sabar saja semua akan diselesaikan dengan segera," ucapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, 75 ribu honorer K2 yang diangkat tahap pertama karena datanya sudah clear. Sedangkan 75 ribu lainnya masih dalam tahap verifikasi. "Rekrutmen tahap dua memang setelah Pilpres tapi nanti ditentukan setelah rakornas nanti. Karena harus menunggu kesepakatan dengan pemda," tandasnya. (esy/jpnn)

Februari, 75 Ribu Honorer K2 Diangkat PPPK Tahap Pertama

Sebanyak 75 ribu honorer K2 (kategori dua) akan diangkat menjadi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) pada Februari mendatang. Pengangkatan ini merupakan tahap pertama yang dikhususkan untuk guru, tenaga penyuluh pertanian, dan kesehatan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin mengatakan, pemerintah menyiapkan formasi 150 ribu untuk honorer K2. Namun, untuk tahap pertama yang diangkat adalah 75 ribu. Sisanya setelah Pemilu 2019.

"Jadi kami siapkan formasi 150 ribu PPPK untuk honorer K2. Karena keterbatasan anggaran dan kesiapan data, yang diangkat Februari adalah 75 ribu," ujar Menteri Syafruddin dalam rapat kerja Komisi II DPR RI, Selasa (22/1).

Dia memerinci 75 ribu itu terdiri atas 50 ribu guru, dan sisanya dari tenaga kesehatan, penyuluh pertanian, serta sisa K1 (kategori satu). Formasi guru lebih banyak, karena memang kebutuhan tenaga pendidik di daerah sangat besar. Itupun 50 ribu yang diangkat belum memenuhi kebutuhan daerah.

"Seleksi CPNS 2018 yang dibuka 120 ribu guru tapi yang terisi hanya 105 ribu sehingga masih banyak selisihnya. Ini yang akan diisi lewat jalur rekrutmen CPNS dan PPPK," terangnya.

Mantan Wakapolri ini menegaskan, pengadaan tahap pertama (Februari) dipercepat karena untuk memenuhi janji kepada honorer K2. Selain itu usia honorer K2 semakin hari kian tua.

"Kami ingin memenuhi janji untuk menyelesaikan masalah honorer K2," tandasnya. (esy/jpnn)

Sumber : JPNN

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar